Wednesday, September 21, 2011

Laptop Fanatic

yey akhirnya saya sempatkan posting sesuatu ini di tengah kesibukan kuliah, semoga bermanfaat dan menjadi peringatan bagi kita semua bagi yang sudah tau ya insyaALLAH artikel ini bisa mengingatkan untuk mengamalkan sesuatu yang sudah Anda tahu. Hahah yuk langsung ajaa.

Globalisasi memang telah berkembang pesat di negara tercinta kita Indonesia ini salah satunya adalah LAPTOP. Sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai alat eletronik yang satu ini, selain fungsinya yang sangat besar dalam dunia kerja dan kepraktisannya yang membuat penduduk Indonesia khususnya para mahasiswa mewajibkan harus punya laptop. Eits jangan salah ibu-ibu rumah tanggapun telah banyak yang menggeluti dunia perlaptopan salah satunya mereka membuka usaha yang sering di sebut online shop. Komputer jinjing ini telah jadi trendstter dunia kampus banyak mahasiswa yang tak mau ribet harus ke warnet (warung internet) lagi, cukup dengan laptop dan memanfaatkan wifi kampus mereka sudah bisa mengakses tugas, artikel dan informasi-informasi di dunia internet.
Di kantin, di halaman kelas bahkan di lapangan sekalipun mereka bisa mengakses wawasan dari internet dengan laptop. Tetapi tahukan teman-teman bahwa laptop berbahaya bagi kesehatan? Eh jangan lantas takut beli laptop yah ^^ asalkan temen-temen lanjutin bacanya ntar tau deh apa-apa yang harus kita perhatikan ketika menggunakan laptop kita.

Kebanyakan dari kita bahkan hampir semuanya ketika menggunakan laptop pada posisi apa hayoo? Nggak mungkin sambil berdirikan? atau bahkan jongkok, haha..
iya sering di antara kita adalah MEMANGKU LAPTOP kayak gini


. Hoey bahaya men!
Pada saat kita memangku laptop apalagi kalau sedang asyik buka facebook :D ngga sadar waktu, lupa makan, lupa tidur jiah lebay intinya waktu yang terlalu lama saat kita memangku laptop itu yang membuat bahaya teman-teman. Ingat pada bagian bawah laptop akan terasa panas apabila kita menggunakannya terlalu lama dan ketika kita memangku laptop secara langsung panas itu akan menembus kulit yang terkena bagian bawah laptop yah bagian paha. Karena panas yang di hasilkan berubah-berubah sehingga membuat kulit sensitif dan bisa jadi hal membahayakan diri kita sendiri. "Dunia medis menyebutnya dengan toasted skin syndrome. Penyakit yang disebabkan paparan panas jangka panjang ini biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik di jaringan pigmen kulit terluar. Dalam kasus tertentu bahkan bisa memicu kanker kulit." (sumber http://kosmo.vivanews.com/news/read/181247-bahaya-memangku-laptop)
Tuhkan ngeri banget, terutama buat kamu kaum laki-laki nih.!
"Penelitian mengatakan, jika memangku laptop, maka suhu skrotum laki-laki tersebut akan cepat naik bahkan jika partisipan menggunakan bantalan atau pelapis. Para peneliti memang belum menguji dampak laptop yang dipangku terhadap kesuburan pria. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jika skrotum naik suhunya lebih dari 1 derajat, maka kualitas spermanya akan rusak. Dalam keadaan normal, suhu testis memang  lebih dingin, untuk memproduksi sperma." (sumber http://jogoyitnan-free.blogspot.com/2011/06/kebiasaan-memangku-laptop-ternyata.html)
Tuh buat yang baru tahu jangan di ulangi lagi yah dari pada terjadi hal yang tidak di inginkan, buat yang mau beli laptop jangan takut buat beli hahah yang terpenting bagaimana cara kita menggunakan laptop dengan benar.
So guys:
1. Usahakan jangan memangku laptop kalaupun terpaksa harus memangku usahakan jangan terlalu lama yah
2. Beli bantalan atau sandaran buat laptop kita waktu itu di pameran aku beli 20rb, yah ambil kocek agak dalem demi kesehatan aku rasa enggak ada yang rugi
3. Selalu ingat waktu dalam menggunakan laptop dan internet, jangan lupa sholat, makan dan tidur.

Ingat dunia moderenisasi semakin meningkat kita memang harus mengikutinya tapi jangan sampai kita di perbudak oleh dunia moderenisasi gunakanlah selalu kepercayaan yang di berikan orang tua kita ketika di belikan laptop dengan sebaik-baiknya untuk mencari bahan tugas, mengerjakan tugas dari dosen. Sesekali mencari hiburan boleh asal tahu waktu dan kondisi yah teman-teman ^^
Semoga artikel ini bermanfaat untuk diri saya pribadi dan pembaca, saran atau apabila ada informasi lagi bisa di postkan di comment. 
Terima kasih :))

Thursday, September 15, 2011

Sepucuk Surat Sang Komandan

Malam ini suasana hening di dalam barak. Para petugas jaga malampun masih sibuk berlalu lalang dengan senapan yang masih menggantung di dekat tangan. Aku masih saja tak bisa memejamkan mata sedari tadi,
            “Jo, ngapain? Tidurlah besok kita apel pagi” bisik Sukemti teman seperjuanganku.
            “Iyalah nanti” jawabku singkat.
Sejak merasakan suka duka menjadi prajurit TNI, Sukemtilah yang selalu menjadi teman berkeluh kesah, teman bermain semasa kecil dan tak disangka menjadi satu pasukan di prajurit pembela negara hingga dewasa ini. Kerumunan tentara Jepang tadi siang masih saja menghantui fikiranku, sebisa apapun kami memejamkan mata tapi hati kita tetap terbangun. Tidur merupakan formalitas, setiap kentongan darurat berbunyi sewaktu-waktu kami harus siap siaga beranjak dari mimpi dan kembali menatap serangan-serangan pengancam bangsa. Terkadang terfikir dalam benakku kenapa dulu aku lebih memilih menjadi TNI dari pada mencangkul sawah. Ya, mungkin inilah tantangannya dan apapun yang terjadi padaku hidup atau mati yang terpenting pengabdianku takkan pernah usai pada sang garuda.

***

Bedug adzan shubuh terdengar bergegas nyawa ini mulai kembali beraktifitas. Aku memilih untuk membersihkan badan terlebih dulu sebelum bermunajat pada Sang Kuasa untuk kelancaran hidupku hari ini.
            “Mandi di bak Kang Munaseh?” tanya Sukemti.
            “Iyalah, mau mandi dimana lagi?” jawabku.
Seraya membawa perlengkapan mandi kami segerombolan prajurit TNI menuju bak besar milik Bapak Munaseh yang memang di  manfaatkan sebagai tempat mandi prajurit TNI seperti kami.
            “Hey lihat” kode Sukemti mengarah ke seseorang.
Seraya membersihkan badan dengan handuk kecil aku melihat ke arah Sukemti menunjuk. Mataku terpaku, sejenak terdiam tak bisa berkata-kata melihat sosok gadis cantik yang di tunjuk Sukemti tadi. Balutan mukena putih menambah anggun sosoknya.
            “Hey melamun” goda Sukemti sambil tertawa kecil.
            “Dia calon istriku” ucapku.
            “Wah enak saja ngomong, kau saja baru tau dia hari inikan?” balas Sukemti.
Tanpa banyak bicara aku segera menuju masjid untuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim dan di perjalanan masih saja memikirkan siapa gadis yang baru aku lihat tadi.
Apel telah di mulai kali ini seperti biasa komandan Rahmat mempersiapkan pasukannya untuk menghadapi tentara Jepang untuk kesekian kalinya. Tapi rupanya keadaan mulai aman di daerah kami dan kali ini kami bisa tersenyum lega. Walaupun kata merdeka sudah di cetuskan masih saja tentara-tentara itu sering merecoki daerah kami , justri di sinilah tugas kita sebagai warga negara untuk mempertahankan sebuah kemerdekaan yang amat sangat berat perjuangannya.
            “Kemti, kamu tahu siapa wanita yang kita lihat tadi pagi?” tanyaku ragu.
            “Dia putrinya Kang Munaseh Jo” jawabnya dengan nada yang mencurigakan.
Agaknya aku mulai merasa tertarik dengan gadis itu. Entah kenapa hati ini udah tertambat pada sosok anggunnya. Besok jadwalku dan beberapa orang prajurit termasuk Sukemti bisa pulang kerumah yang sudah berbulan-bulan kami tinggalkan. Sebenarnya rumahku juga tidak teralu jauh dari barak tapi karena profesi mengharuskan aku selalu siap siaga di sini jadi semenjak jadi TNI aku lebih akrab dengan suasana barak yang sederhana ini.

***

Setelah berkemas akan aku tinggalkan barak ini untuk beberapa minggu mengingat daerah kami telah aman dari tentara Jepang. Dengan berjalan kaki, aku dan Sukemti yang juga menjabat sebagai tetanggaku berjalan bersama menyusuri jalanan kota yang mulai beraktifitas normal kembali.
            “Assalamu’alaikum..” teriakku dari luar rumah kecil nan tua ini.
            “Wa’alaikumsalam. Pak.. Redjo pulang pak” teriak Ibuku atau yang sering aku panggil dengan sebutan mamak.
            “Bagaimana kabarmu jo? Makin kurus saja” tanya Ibuku seraya memukul bahuku.
            “Alhamdulillah mak” jawabku.
            “Wah sudah pulang kamu rupanya jo?” ucap Bapak menghampiriku.
Suasana di rumah seperti inilah yang terkadang aku rindukan di saat sedang bertugas. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku telah menikah dan pindah ke Kalimantan, aku dengar keluarganya juga sempat di pengungsian karena kerusuhan disana. Sedangkan adik perempuanku kini juga telah menikah dan ikut suaminya ke Semarang. Dan tersisalah kedua orang tuaku yang masih menetap di rumah tua ini di daerah Kebumen dan aku sendiri tak tentu pulang ke rumah. Bahkan selama setahun pernah aku sama sekali tidak pulang karena keadaan negara yang masih genting kala itu.
            “Pak, lamarkan gadis untuk Redjo” ucapku yakin.
            “Sama siapa jo? Anak komandanmu?” tanya bapak sambil bergurau.
            “Bukan pak, sama putri Pak Munaseh pemilik bak mandi untuk para TNI di barak” jawabku.
            “Munaseh? Munaseh Khoiron? Itukan teman bapak sewaktu SMA” ucap Bapak mengagetkanku yang karena tebakan Bapak tepat ayah gadis itu memang Munaseh Khoiron.
            “Dia cuma satu anak gadis namanya Asminah” lanjut Bapak.
Baru tahu dari perkataan Bapak ternyata gadis anggun itu bernama Asminah. Tambah bahagianya hati ini tat kala aku melihat kedua orang tuaku nampaknya setuju jika aku mempersunting Asminah.
Malam itu juga Ibu dan Bapak ke rumah Bapak Munaseh untuk melamar Asminah karena kabar mendadak ada pertemuan prajurit akhirnya akupun tidak ikut bersama mereka.
Kabar baikpun terdengar, Bapak Munaseh setuju dan menerima lamaranku ke anak gadisnya.

***

Akupun telah bertemu dengan Asminah untuk pertama kalinya dan sekaligus membicarakan pernikahan kami, tak banyak yang kami lakukan karena pernikahan semua diurus oleh orang tua mempelai perempuan.
            “Assalamu’alaikum Redjo..” salam seseorang yang ku ketahui adalah Mas Ridwan.
            “Wa’alaikumsalam mas, ada apa?” tanyaku.
            “Ada surat untukmu” jawabnya seraya memberikan sebuah amplop coklat.
            “Terima kasih mas” ucapku.
Perasaanku tak karuan menerima amplop ini, jelas saja terpampang jelas si pengirim,
            “Komandan Rahmat” lirihku membaca.
            Aku masih bertanya-tanya kenapa Komandan Rahmat mengirim sebuah surat untukku padahal baru sehari aku melaksanakan jadwal libur bertugas. Perintah membela negarapun teruji, aku diminta menuju ke Sumatera karena keadaan di pulau tersebut genting dan besok harus berangkat.
            “Lalu pernikahanmu?” tanya Bapak sambil kebingungan.
            “Soal pernikahan bisa diundur pak tapi kalau penyerangan tentara Jepang apa bisa diundur? Kalau memang aku tak berjodoh dengan Asminah tak masalah tapi jika aku tidak menyelamatkan negara aku akan merasa berdosa seumur hidup” ucapku.
            “Baiklah kalau memang kamu menghendaki seperti itu, memang sepantasnya kita harus melaksanakan amanah yang telah di berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, berhati-hatilah di sana” ucap Bapak.
Dengan penuh keyakinan aku berangkat menuju barak malam ini dan akan menuju Sumatera besok. Kali ini suasana berbeda, Sukemti tidak ikut bersamaku, dia tetap bertugas di Kebumen. Sedikit lega karena orang tua Asminah memaklumi profesiku sebagai seorang TNI.

***

            “Kamu tidak perlu menggagalkan pernikahanmu” ucap Komandan.
Aku heran dengan ucapan Komandan Rahmat barusan.
            “Buatlah surat kuasa agar Sukemti mewakilimu untuk mempersunting calon istrimu” lanjut Komandan.
Aku berfikir sejenak, ada baiknya juga kata Komandan Rahmat dengan begitu acara tetap berlangsung dan keluarga Asminah tidak merasa di rugikan dengan persiapan pernikahan sebelumnya. Akhirnya akupun membuat surat kuasa yang ku tujukan kepada Sukemti dan pernikahanku berlangsung tanpa adanya aku. Dan surat balasan dari Sukemti membuatku lega karena pernikahanku berjalan lancar.
Selama tiga bulan aku di Sumatera dan akhirnya aku kembali ke daerah asal dan bertemu keluarga dan Asminah yang sudah sah menjadi istriku. Kini negara telah aman dari tentara Jepang, aku juga kembali menetap di Kebumen dengan keluarga baruku.
Kini aku telah menjadi seorang purnawirawan TNI  dengan gelar terakhir sebagai Pembantu Letnan. Masa tuaku kini aku habiskan di tempat kelahiran, mempunyai tujuh anak yang telah mapan membuatku meneteskan air mata jika mengingat masa laluku sebagai seorang TNI yang penuh pengorbanan. Bahkan, anak pertamaku pun lahir di Medan, saat itu aku mendapat tugas di sana dan Asminah aku boyong ke Kota Medan juga. Kini setiap cucu-cucuku ke rumah kakeknya, aku selalu bercerita tentang perjuangan para pahlawan semasa mudaku. Tentang wajib militer dan penyerang-penyerangan para penjajah. Walaupun kata merdeka itu telah terucap tak lantas pengabdian kita berakhir sampai di sini, karena di sinilah saat dimana kita memperjuangkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan sebelumnya, bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Cerpen ini saya publikasikan untuk mengikuti lomba cerpen se nasional 2011 yang diselenggarakan oleh RDK JMII ITS (http://www.masjid.its.ac.id/?p=1629).

nb: Jangan copas ya teman ^^ walaupun cerpen ini belum berhasil tapi kalau nanti ada masalah tanggung sendiri, ck.
True story from my Grandpa :D thanks for give me inspiration Alm. Redjo Suwito 

Sunday, September 11, 2011

Si cantik perkasa!

Mudik emang sudah jadi tradisi warga Indonesia tapi jangan lantas lebaran kemaren kita nomer satukan ketimbang ramadhannya yaa? :) Semoga puasa kita di terima oleh ALLAH SWT. amin dan bisa bertemu dengan bulan barokah bulan Ramadhan tahun depan. amin (lagi).

Banyak berceritaa tentang saya secara ini blog saya :D kalau mau banyak bercerita tentang Anda monggo buat blog sendiri, ck.
Mudik kemarin mudik yang naas buatku, bagaimana tidak belum sampai di tempat tujuan tepatnya di Banyumanik (bukan tol cipularang loh) aku dan bapak mengalami kecelakaan. HUHU.
Inilah ilustrasi ceritanya:
Bapak ada di depan dan aku di belakang pastinya saat itu seperti biasa saya sedang menyanyi (kebiasaan setiap berkendara :D) sambil menikmati suasana pagi kota Semarang. Perlengkapan keamanan sudah terpakai sedari keluar dari pagar rumah. Check: Helm, jaket, masker, sarung tangan. Di perjalanan kecepatan yang berubah-ubah, sebelum sampai di TKP kecepatan lumayan kencang namun berangsur-angsur pelan karena beberapa meter di depan ada traffig light yang menyalakan lampu merah.. Setelah berhenti hanya selang beberapa detik kami terpental karena terjadi gaya gesek yang amat besar dari belakang. Alhasil jadilah tragedi celana bolong antara korban dan tersangka. Alhamdulillah saya tidak lecet sama sekali tapi Bapak yang agak parah dan sampai sekarang belum sembuh (mohon doa yaa :'))

Aku cepat-cepat menuntun Bapak ke pinggir jalan dan membawa sepeda motor yang sudah menenaskan itu. Si tersangka juga ikut ke pinggir ya karena luka bapak terlalu parah aku memutuskan untuk mencari toko jual obat (jam 07.00 belum ada toko buka) aku cuma nemuin air mineral buat bersihin luka.
Sedih sangat sedih si cantik lagi-lagi sakit kali ini ringsek bagian belakang :'( Spionnya mutes 180 derajat. Yang udak retak jadi patah yang udah lecet jadi tambah lecet. HUA..
hampir setengah jam menenangkan diri akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Berasa naik sama Rossi dari Semarang ke Kebumen udah tau kakinya sakit e malah ngebut aja si Babe --" spot jantung! di belakang isinya dzikir dan doa doang. Hmmm..
Alhamdulillah sampai Kebumen dengan selamat.

nb: selalu hati-hati dalam setiap berkendara, jangan lupa berdoa dan bawa permen (buat obat kalau ngantuk). Satu lagi anggep aja perjalanan itu kayak jalan-jalan jadi di bawa santai aja dari pada ngoyo ngebut-ngebut taruhan nyawa. Ingat keluarga Anda sedang menanti di rumah :)

Si cantik perkasa


RIWAYAT HIDUP: (inikan bukannya benda mati yaa?)
Namanya Karismaku biasa aku panggil cantik :D ini motor second tanteku yang di beli Bapak kurang lebih dua tahun yang lalu ketika itu karena aku ngga mau ikut study tour ke Bali aku di beliin motor ini e.. karena Bapak yg selalu buat aku bimbang akhirnya aku ikut juga ke Bali H-1 baru bayar dan dapet motor ini juga. HAHA.
Selama berkendara dengan motor ini saya sudah pernah jatuh tiga kali;
1. Sama ibu di jembatan dua tlogosari di tabrak motor dan korban luka (IBU)
2. Sama adek di jalan Majapahit di srempet motor dan korban luka parah (ADEK)
3. Sama bapak di Banyumanik di sundul motor dan korban luka (BAPAK)
Sekian -,