Banyak pengalaman hidup yang tidak bisa di lupakan begitu saja, orang-orang penting yang menunjang kesuksesan kita di perjuangan menuju masa depan. Setiap orang pasti akan di kenang dengan semua kebaikannya, Albert Einstein terkenal di penjuru dunia karena kepandaiannya dalam bidang fisika, Alexander Volta, apalagi Nabi Muhammad SAW yang di hormati seluruh aspek kehidupan umat muslim di bumi ini.
Mereka semua di kenang karena keberhasilannya, karena perjuangannya. Tidak berlebihan, mungkin saja hari ini. Ketika kita tak bertemu lagi untuk menggapai impian masing-masing.
Bagaimana ya cara kaliyan mengenangku?
Aku :
1. Dapet ranking paralelpun enggak pernah, pastinya emang tidak semua guru tau siapa aku
2. Lomba individu ngebanggain sekolah juga enggak pernah
3. Sering dateng rajin dan ontimepun juga jarang
4. Jadi struktur organisasi kelas yang agak beken juga enggak pernah
5. Dapet ranking sepuluh besar di kelas aja ngos-ngosan dapetnya
Aduh kenapa aku jadi menjelek-jelekkan diriku sendiri yaa? haha. .
Aku hanya ingin tau apa setiap orang bodoh di dunia ini tidak pantas di kenang? Apa hanya orang-orang yang berhasil saja yang pantas untuk di banggakan? Ya pastilah, kalo orang bodoh apa juga ya yang mau di banggakan?
Itulah kodrat alam, kodrat sebagai manusia. Memang pasti yang di bicaraka di dalam kelas itu hanya orang-orang yang berkelas ya bisa di bilang beruntung dalam segala hal.
Hey! Bukankah orang bodoh di dunia ini tidak ada? Kita hanya di beri oleh Tuhan berfikir dengan cara yang berbeda. Kelak aku yakin ngga semua orang mengenangku dengan "Oh yang juara itu? Oh yang peringkat ke?" MUSTAHIL sebagai aku di kenang seperti itu ! Haha..
Ya, mungkin aku masuk tergolong orang yang di beri cara berfikir berbeda oleh Tuhan. PROSES! terkadang aku lebih menghargai hal itu daripada hasil walau memang banyak orang hanya melihat hasil dan nilai. Argh! Aku tidak menyalahkan siapapun di sini, itu hak setiap orang untuk berbicara, memuji dan mencela.
Bagaimanapun nanti? Aku tidak akan bisa menjadi seorang Albert Einstein karena kejeniusannya.
Aku hanya beharap suatu hari nanti ketika kaliyan mendengar namaku mereka cukup mengenangku dan berkata "dia sahabatku, dia temanku" kalau aku udah meninggal nanti pasti aku bisa tersenyum kalau kaliyan nati bisa mengenangku seperti itu. Hehe..
Evita akan terus jadi Evita, yang jahil, yang jutek, yang suka nyanyi kalo lagi di jalanan, yang suka bikin celetukan di kelas, yang aktif dan pastinya cuma satu hal aku ingin berubah yaitu berubah menjadi yang lebih baik dari hari ini.Semoga Allah mempertemukan kita kembali yaa sebelum tiba saatnya nanti kita akan berpisah selamanyaa. .










